Tuhan Yesus Hidup

Mungkin ada bertanya. Jika Yesus itu memang bangkit, sekarang Dia ada di mana? Apa benar kita bisa datang kepada-Nya melalui doa kita? Apakah Dia dapat mendengar kita berbicara kepada-Nya?

Logikanya kan sederhana sebenarnya. Hanya orang hidup yang dapat mendengar dan menjawab. Tidak ada orang mati yang mendengar dan menjawab. Meskipun para junjungan dari semua iman yang lain itu merupakan pribadi yang baik, mulia dan penuh keteladanan, tetapi mereka semua manusia biasa. Ajal telah menjemput mereka. Hanya Yesus yang bangkit dan hidup. Nah, karena Yesus hidup maka Dia bisa mendengar dan menjawab.

Perhatikan apa yang ditulis dalam Alkitab: Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia.[1] Artinya, Yesus benar-benar tidak bisa mati lagi karena kematian tidak bisa menyentuhnya. Ini sebuah kabar bahagia. Ternyata di seluruh alam semesta ini ada orang yang tidak dapat disentuh oleh kematian. Nah, orang macam ini yang seharusnya menjadi junjungan semua manusia.

Namanya Yesus. Iman Kristen kita menyebutnya dengan Tuhan Yesus. Memang saudara-saudara yang memeluk iman Islam menyebut nabi Isa, tetapi iman Kristen tidak mengenal istilah itu. Nabi Isa yang dimaksud dalam iman Islam tidak sama dengan Tuhan Yesus yang bangkit itu. Memang Al’Quran mengatakan nabi Isa itu tidak mati disalib, tetapi Kitab Suci kita jelas mengatakan bahwa Yesus mati disalib dan pada hari ketiga Ia bangkit.

Ini jelas-jelas bertentangan. Nabi Isa tidak mati disalib sementara Tuhan Yesus mati disalib dan bangkit pada hari ketiga. Menurut catatan sejarah Roma, memang Yesus itu mati disalib di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, seorang pemimpin setingkat gubernur dalam struktur pemerintahan Romawi. Bahkan, sejarawan orang-orang Yahudi, yang waktu itu bermusuhan dengan orang-orang Kristen, menulis bahwa Yesus memang disalib.

Hal ini menunjukkan bahwa sejarah sangat kuat membuktikan bahwa Yesus memang mati disalib. Tidak seperti nabi Isa dalam Al’Quran, Tuhan Yesus dalam Alkitab ialah sosok yang memang mati disalib dan kemudian bangkit dari kematian. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sosok nabi Isa dalam Al’Quran sama sekali tidak ada hubungannya dengan Tuhan Yesus. Toh, nabi Isa tersebut hanyalah manusia biasa, yang pada akhirnya akan mati juga, sama seperti semua manusia yang lain; sementara Tuhan Yesus itu sudah bangkit dan tidak dapat lagi disentuh oleh kematian.

Tuhan Yesus adalah junjungan yang tiada duanya!

Perhatikan apa yang Alkitab katakan: Ia sudah ada sebelum segala sesuatu diciptakan dan kuasa-Nya mengatur segala sesuatu.[2] Artinya, Ia bukanlah manusia yang diangkat menjadi nabi oleh Allah. Ia sendiri mengatakan hal yang ini: Yesus menjawab, “Sungguh Aku berkata kepadamu: sebelum Abraham lahir, Aku sudah ada.”[3]

Ia mengatakan kepada orang-orang Yahudi yang berdebat dengan-Nya pada waktu itu bahwa Ia sudah ada bahkan sebelum Abraham lahir. Padahal, jarak antara Abraham dengan Yesus ini ada kira-kira 18 abad atau 1800 tahun. Yesus waktu itu berumur 30an tahun. Bagaimana bisa orang 30an tahun berkata ia sudah ada 1800 tahun yang lalu? Ini aneh kan?

Makanya model perkataan macam begini yang membuat keluarga Yesus sendiri mengira Dia kurang waras. Markus menceritakannya demikian: Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makanpun mereka tidak dapat. Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.[4]

Ini klaim besar memang, dan jika ada orang yang mengeluarkan klaim macam begini ya tentu saja ia akan dianggap gila, bahkan oleh keluarganya sendiri! Coba bayangkan, mana ada orang usia 30an yang sudah ada 1800 tahun yang lalu? Benar kan? Itu kan gila namanya.

Tapi coba perhatikan, Yesus  memiliki pengikut seperti Nikodemus dan Yusuf dari Arimatea. Keduanya merupakan orang terhomat di masyarakat dengan tingkat pendidikan yang mumpuni. Apa mungkin kedua orang ini ikut-ikutan gila juga karena percaya kepada klaim besar dari Yesus?

Atau lihat dua belas murid Yesus yang nyaris setiap hari mendengar-Nya berbicara selama tiga tahun. Orang-orang ini ialah orang biasa yang memiliki keluarga dan pekerjaan di kampung halaman mereka. Jika Yesus memang terbukti gila, maka jelas mereka akan kembali ke kehidupan mereka yang semula sebelum mereka bertemu dengan orang gila macam Yesus itu.

Dan lagi, apakah ada orang gila yang bisa menjawab pertanyaan ahli hukum dengan jawaban yang sangat gemilang sehingga menimbulkan rasa iri yang mendalam di kalangan para ahli hukum itu sendiri? Tentu saja tidak!

Yesus menjawab pertanyaan ahli Taurat tentang cara memperoleh hidup yang kekal dengan memberikan cerita yang sangat terkenal sampai hari ini, yaitu tentang orang Samaria yang baik hati (The Good Samaritan).[5] Ia juga menjawab pertanyaan terkait pembayaran pajak kepada Kaisar dengan sangat gemilang sampai-sampai orang yang bertanya untuk menjebak-Nya justru kehilangan kata-kata untuk menjawab kembali. [6] Saking irinya dengan Yesus, para ahli hukum ini menganggap Yesus sebagai ancaman bagi mereka.

Ayolah, mana ada orang waras yang iri kepada orang gila, bahkan menganggap orang gila itu sebagai saingan?

Klaim besar Yesus tidak menjadi bukti bahwa Dia gila. Apakah itu berarti apa yang Yesus katakan itu benar adanya?

Mungkin ada yang menjawab belum tentu. Memang ada kemungkinan Yesus ini hanyalah seorang yang omdo atau omong doang. Dengan kata lain, bisa jadi Yesus ini pandai bersilat kata sehingga mengelabuhi banyak orang yang mendengarkan-Nya.

Apakah benar demikian?

Sederhana saja. Apakah pembohong bersedia mati untuk perkataan-Nya sendiri? Apakah pembohong dapat memberikan bukti? Tentu saja tidak! Yesus mati disalib untuk membuktikan perkataan-perkataan-Nya.

Memang orang bisa berbohong pada jangka waktu tertentu, seperti beberapa hari atau beberapa minggu. Atau, orang bisa saja berbohong kepada sekelompok pengikut setianya yang kurang pendidikan. Tetapi untuk berbohong sepanjang tiga tahun kepada semua orang sekaligus, tanpa ada komplain apapun mengenai kebohongan tersebut maka tentu saja hal itu tampaknya mustahil untuk terjadi.

Bahkan Yesus sendiri berkata begini kepada orang-orang: Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa?[7] Ini pertanyaan yang besar dan menantang! Tidak ada pembohong yang mengatakan hal ini.

Artinya, Yesus bukan pembohong. Dia tidak gila dan Dia bukan pembohong.

Kemungkinannya ialah Yesus memang mengatakan hal yang benar. Benar bahwa Ia sudah ada sebelum Abraham lahir. Benar bahwa tidak ada satupun orang yang dapat membuktikan Ia berbuat dosa. Benar bahwa Ia menjawab para ahli hukum dengan jawaban-jawaban bijak yang hanya bisa didapat dari Allah sendiri. Dengan kemungkinan yang tersisa ini maka marilah kita menyediakan diri kita untuk benar-benar memperhatikan apa yang Yesus katakan. Dengarkan Yesus berbicara kepadamu! Ia memenuhi bumi dengan kehadiran-Nya. Datang kepada-Nya dalam doamu. Ia selalu mendengarkan


[1] Roma 6:9 TB

[2] Kolose 1:17 FAYH

[3] Yohanes 8:58 BIS

[4] Markus 3:20-21 TB

[5] Lukas 10:25-37 TB

[6] Lukas 20:20-26 TB

[7] Yohanes 8:46a TB