Peristiwa ketiga, direkam Yohanes dalam Injilnya demikian. Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.” Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: “Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.[1]

Pada bagian ini, Yesus sedang berdialog dengan orang-orang Yahudi. Ia mengatakan kepada mereka tentang Abraham, seseorang yang sangat dihormati dan dikagumi oleh mereka. Menurut Yesus, Abraham senang sekali ketika melihat Yesus datang sebagai manusia.

Ini sangat aneh. Tanggapan orang-orang Yahudi itu mengekpresikan keanehan tersebut. “Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?” Aneh kan? Mana ada orang yang mengatakan hal semacam ini? Abraham itu hidup jauh sebelum percakapan ini terjadi, sekitar dua milenia sebelumnya. Bayangkan, dua ribu tahun perbedaan waktunya!

Bukan saja aneh, ini tidak mungkin terjadi. Tidak ada manusia yang hidup dua ribu tahun lamanya. Manusia yang paling lama hidupnya tercatat oleh Kitab Suci ialah Metusalah, yang berumur seribu tahun kurang sedikit.[2]

Tetapi untuk menegaskan bahwa apa yang dikatakannya itu benar adanya dan bukan aneh atau mustahil, Yesus mengatakan bahwa Dia sudah ada jauh sebelum Abraham jadi. Dengan kata lain, Yesus menyatakan kepada orang-orang Yahudi itu bahwa Abraham itu diciptakan, sementara Aku ini sudah ada dari semula. Sebelum Abraham diciptakan Aku ini sudah ada. Kira-kira itu dasar yang Yesus pakai sebagai backup dari perkataan sebelumnya, bahwa Abraham senang melihat Yesus datang ke bumi sebagai manusia.

Terjemahan Bahasa Inggris dari perkataan Yesus di atas menunjukkan apa yang tidak muncul dalam terjemahan bahasa Indonesia. Jesus said to them, “Truly, truly, I say to you, before Abraham was, I am.”[3]

Kita mau mencoba mengingat sedikit bahan pelajaran bahasa Inggris di sini.

Perhatikan ini: “before Abraham was, I am”. Jika tujuan anak kalimat ini ialah untuk mengatakan sebelum Abraham ada, Aku sudah ada maka secara tenses, ini salah. Seharusnya yang dikatakan ialah before Abraham was, I was. Atau before Abraham was, I had been. Mengatakan before Abraham was, I am itu sama sekali menyalahi aturan tenses bahasa Inggris.

Mengapa itu bisa terjadi?

Itu terjadi karena frase I am dalam anak kalimat di atas bukan sebuah pola Subyek plus predikat To Be. I am yang dimaksud itu seperti dalam ayat berikut ini. God said to Moses, “I AM WHO I AM.” And he said, “Say this to the people of Israel, ‘I AM has sent me to you.’” [4]

Perhatikan anak kalimat I AM has sent me to you. I AM di sini sama dengan I am yang digunakan Yesus. Bukan mengacu pada subyek plus predikat to be tetapi mengacu kepada sebuah nama. Nama itu ialah I AM. Nama ini menunjukkan sifat Allah yang tidak berubah. Waktu tidak mengubah Allah. AKU ADALAH AKU, demikian nama Allah Israel.[5]

Nah itu mengapa orang-orang itu kemudian langsung mengambil batu untuk melempari Yesus. Mereka sangat paham pada apa yang baru saja mereka dengar. Menyebut aku adalah I AM berarti mengaku dirinya adalah Allah Israel. Yesus menyatakan kepada mereka Ia adalah Allah Israel. Hukuman terhadap orang yang mengaku sebagai Allah Israel ialah hukuman dilempari batu sampai mati.

Untungnya, karena memang belum waktu Yesus mati, mereka tidak berhasil menghukum mati Yesus pada waktu itu.

Nah, sejauh ini kita sudah melihat tiga peristiwa yang di dalamnya Yesus menyatakan bahwa Ia adalah Allah. Pertama, Yesus mengatakan “Aku dan Bapa adalah satu”. Dengan mengatakan demikian, Ia menyamakan diriNya dengan Allah. Seseorang yang menyamakan dirinya dengan Allah berarti menyatakan bahwa ia adalah Allah.

Kedua, Yesus menyebut dirinya sebagai Anak Manusia di hadapan orang-orang yang memahami Daniel 7:13-14. Dengan sebutan Anak Manusia itu, Yesus mengatakan bahwa Ia memiliki kerajaan yang kekal dan semua manusia akan mengabdi kepada-Nya. Seseorang yang mengatakan demikian berarti menyatakan bahwa ia adalah Allah sebab hanya Allah satu-satunya pribadi yang memiliki kerajaan yang kekal dan menerima pengabdian dari seluruh umat manusia.

Ketiga, Yesus menyampaikan fakta mengagetkan sekaligus aneh dan mustahil, yaitu Ia sudah ada jauh sebelum Abraham diciptakan. Ia menyematkan nama Allah Israel I Am kepada diriNya sendiri. Melakukan hal yang demikian sama saja dengan menyatakan bahwa Ia adalah Allah Israel.

Ketiga peristiwa tersebut diakhiri dengan respon yang sama dari orang-orang yang mendengar. Hukuman mati! Seseorang yang mengaku diri-Nya Allah harus dihukum mati karena mengaku diri sebagai Allah adalah bentuk penghujatan kepada Allah. Hukumannya ialah hukuman mati.

Dengan tiga bukti di atas, jelaslah bahwa Yesus pernah mengatakan Ia adalah Allah. Lagipula, ada banyak perkataan Yesus yang lainnya yang menyatakan bahwa Yesus adalah Allah. Dengan semua perkataanNya itu, kita seharusnya tidak ragu-ragu untuk menjawab orang-orang yang beranggapan bahwa Yesus tidak pernah mengatakan diriNya Allah.

Percayakah Saudara sekarang bahwa Yesus adalah Allah?


[1] Yohanes 8:56-59 TB

[2] Kejadian 5:27 TB

[3] Yohanes 8:58 ESV

[4] Keluaran 3:14 ESV

[5] Lihat Keluaran 3:14 TB